BAB 1 “Konsep Strategi Belajar Dan
Pembelajaran”
A.
Pengertian
Strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Ada
tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni :
1. Strategi
Pengorganisasian Pembelajaran
2. Strategi
Penyampaian Pembelajaran
3. Strategi
Pengelolaan Pembelajaran
B.
Beberapa
Istilah dalam Strategi Pembelajaran
1)
Metode
2)
Pendekatan
(Approach)
3)
Teknik
4)
Taktik
C.
Klasifikasi
Strategi Belajar dan Pembelajaran
Menurut
Tabrani Rusyan dkk, ada berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar
mengajar yang secara keseluruhan digolongkan sebagai berikut :
1. Konsep
dasar strategi belajar mengajar
2. Sasaran
kegiatan belajar
3. Belajar
mengajar sebagai suatu sistem
4. Hakikat
PBM
5. Entering
behavior siswa
6. Pola-pola
belajar siswa
7. Memilih
sistem belajar mengajar
8. Pengorganisasian
kelompok belajar
D.
Implementasi
Belajar dan Pembelajaran
Implementasi
proses belajar mengajar adalah :
1. Perencanaan
instruksional
2. Organisasi
belajar
3. Menggerakkan
anak didik
4. Supervisi
dan pengawasan
5. Penelitian
yang lebih bersifat penafsiran (assessment)
E.
Jenis-jenis
Strategi Belajar dan Pembelajaran
1)
Strategi
Pembelajaran Ekspositori
2)
Strategi Pembelajaran Inkuiri
3)
Pembelajaran
Kontekstual (Contextual Teaching And
Learning)
F.
Dasar
Pemilihan Strategi Pembelajaran
1.
Tujuan
Pembelajaran
2.
Aktivitas
dan Pengetahuan Awal Siswa
3.
Integritas
Bidang Studi/Pokok Bahasan
4.
Alokasi
waktu dan Sarana Penunjang
5.
Jumlah
Siswa
6.
Pengalaman
dan kewibawaan Pengajar
BAB 2 “HAKIKAT, CIRI & KOMPONEN
BELAJAR MENGAJAR”
A.
Hakikat
Belajar Mengajar
Hakikat
belajar adalah “perubahan” yang terjadi pada diri seseorang setelah berakhirnya
melakukan aktifitas belajar.
B.
Ciri-ciri
Belajar Mengajar
1. Belajar
mengajar memiliki tujuan
2. Ada
suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan
3. Kegiatan
belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus
4. Ditandai
dengan aktivitas anak didik
5. Dalam
kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing
6. Dalam
kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin
7. Ada
batas waktu
8. Evaluasi
C.
Komponen-komponen
Belajar Mengajar
1.
Tujuan
2.
Bahan
Pelajaran
3.
Kegiatan
Belajar Mengajar
4.
Metode
5.
Alat
6.
Sumber
Pelajaran
7.
Evaluasi
BAB 3 “KONSEP BELAJAR”
A.
Pengertian
Belajar
Belajar adalah serangkaian kegiatan
jiwa raga untuk memperoleh suatu
perubahan
tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan
lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.
B.
Ciri-ciri
Belajar
1. Perubahan
yang terjadi secara sadar
2. Perubahan
dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional
3. Perubahan
dalam belajar bersifat positif dan aktif
4. Perubahan
dalam belajar bukan bersifat sementara
5. Perubahan
dalam belajar bertujuan atau terarah
6. Perubahan
mencakup seluruh aspek tingkah laku
C.
Jenis-Jenis
Belajar
Jenis-jenis belajar menurut Slameto (2010) yaitu :
1. Belajar
bagian (part learning, fractioned
learning)
2. Belajar
dengan wawasan (learning by insight)
3. Belajar
diskriminatif (discriminatif learning)
4. Belajar
global (global whole learning)
5. Belajar
insidental (incidental learning)
6. Belajar
instrumental (instrumental learning)
7. Belajar
intensional (intensional learning)
8. Belajar
laten (latent learning)
9. Belajar
mental (mental learning)
10. Belajar
produktif (productive learning)
11. Belajar
verbal (verbal learning)
Jenis
belajar menurut Syaiful Bahri Djamarah, antara lain:
1. Belajar
arti kata-kata
2. Belajar
kognitif
3. Belajar
menghafal
4. Belajar
teoretis
5. Belajar
konsep atau pengertian
6. Belajar
kaidah
7. Belajar
berpikir
8. Belajar
keterampilan motorik
9. Belajar
estetik
D.
Aktivitas-Aktivitas
Belajar
1. Mendengarkan
2. Memandang
3. Meraba,
membau, dan mencicipi/mengecap
4. Menulis
atau mencatat
5. Membaca
6. Membuat
ikhtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi
7. Mengamati
tabel-tabel, diagram-diagram dan bagan-bagan
8. Menyusun
paper atau kertas kerja
9. Mengingat
10. Berpikir
11. Learning by doing (latihan
atau praktek
BAB 4 “TEORI-TEORI BELAJAR”
A.
Teori
Deskriptif dan Preskriptif
Teori pembelajaran dengan teori
belajar memiliki perbedaan dilihat dari posisional
teorinya, yang berada pada teori deskriptif atau teori preskriptif. Maksudnya
adalah bahwa teori pembelajaran preskriptif
dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran
deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil.
Contoh teori belajar deskriptif :
Jika membuat rangkuman tentang isi buku teks yang dibaca, maka retensi
terhadap isi buku teks itu akan lebih baik.
Contoh teori belajar preskriptif:
Agar dapat mengingat isi buku teks yang dibaca secara lebih baik, maka
bacalah isi buku teks itu berulang-ulang dan buatlah rangkumannya.
B.
Teori
Belajar Behavioristik
Menurut teori behavioristik,
belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi
antara stimulus dan respon. Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya
adalah Ivan Pavlov, Edward Lee Throndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie,
dan Skiner.
C.
Teori
Belajar Kognitivistik
Teori belajar kognitif lebih
mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Lebih dari itu belajar
adalah melibatkan hubungan antara stimulus dan respon.
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di
antaranya adalah “Tahap-Tahap Perkembangan” oleh Jean Piaget, “Teori Pemrosesan
informasi” oleh Robert M. Gagne, “Advance Organizer” oleh Ausubel, “Pemahaman
Konsep” oleh Bruner, dan “Psikologi Gestalt” oleh Max Wetheimer, Wolfgang
Kohler dan Kurt Koffka.
D.
Teori
Belajar Konstruktivistik
Pendekatan Konstruktivistik dalam
belajar dan pembelajaran didasarkan pada perpaduan antara beberapa penelitian
dalam psikologi kognitif dan psikologi sosial, sebagaimana teknik-teknik dalam
modifikasi perilaku yang didasarkan pada teori operant conditioning dalam psikologi behavioral.
Perkembangan konstruktivisme dalam
belajar tidak terlepas dari usaha kerja keras Jean Piaget dan Vygotsky.
E.
Teori
Belajar Humanistik
Menurut teori humanistik, proses belajar harus
dimulai dan ditujukan untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Tokoh-tokoh
aliran teori humanistik adalah Kolb, Honey, Mumford, Habermas, dan Carl Rogers.
F.
Teori
Belajar Sibernetik
Teori belajar sibernetik merupakan
teori belajar yang relatif baru dibandingkan dengan teori-teori belajar yang
sudah dibahas sebelumnya. Dalam bentuknya yang lebih praktis, teori ini
misalnya telah dikembangkan oleh Landa (dalam pendekatan yang disebut
algoritmik dan heuristik), serta oleh Pask dan Scott (dengan pembagian siswa
tipe menyeluruh atau wholist dan tipe
serial atau serialist), atau
pendekatan-pendekatan lain yang berorientasi pada pengolahan informasi.
G.
Teori
Belajar Revolusi-Sosio-Kultural
Pandangan yang dianggap lebih mampu
mengakomodasi tuntutan sociocultural-revolution
adalah teori belajar yang dikembangkan oleh Vygotsky, yang dibahas berikut
ini :
1.
Teori
belajar Vygotsky
2.
Aplikasi
Teori Revolusi-Sosio-Kultural dalam Pembelajaran
H.
Teori
Belajar Kecerdasan Ganda
Kecerdasan adalah kemampuan untuk
memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar
belakang budaya tertentu.
Penelitian Gardner mengidentifikasi
ada 8 macam kecerdasan manusia dalm memahami dunia nyata, kemudian diikuti oleh
tokoh-tokoh lain dengan menambahkan dua kecerdasan lagi, sehingga menjadi 10
macam kecerdasan, seperti dijelaskan sebagai berikut :
1.
Kecerdasan
Bahasa (Linguistic Intelligence)
2.
Kecerdasan
Logika/Matematik (Logical/Matematical
Intelligence)
3.
Kecerdasan
Visual/Ruang (Visual/Spatial Intelligence)
4.
Kecerdasan
Musikal/Ritmik (Musical/Rhytmic
Intelligence)
5.
Kecerdasan
Kinestetik/Gerak Tubuh (Body/Kinesthetic
Intelligence)
6.
Kecerdasan
Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
7.
Kecerdasan
Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
8.
Kecerdasan
Naturalis (Naturalistic Intelligence)
BAB 5 “KONSEP PEMBELAJARAN”
A.
Pengertian
Pembelajaran
Pembelajaran adalah segala upaya
yang dilakukan oleh guru (pendidik) agar terjadi proses belajar pada diri
siswa. Dalam mengelola pembelajaran, pendidik lebih dituntut untuk berfungsi
dalam melaksanakan empat macam tugas, berikut ini :
1. Merencanakan
2. Mengatur
3. Mengarahkan
4. Mengevaluasi
B.
Ciri-Ciri
Pembelajaran
Oemar Hamalik (1999) memaparkan
tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu :
1. Rencana
2. Saling
ketergantungan
3. Tujuan
Selanjutnya
ciri-ciri pembelajaran, lebih detail sebagai berikut :
1.
Memiliki tujuan
2.
Terdapat mekanisme, prosedur,
langkah-langkah, metode dan teknik yang direncanakan dan desain untuk mecapai
tujuan yang telah ditetapkan.
3.
Fokus materi jelas, terarah dan
terencana dengan baik.
4.
Adamya aktivitas siswa merupakan syarat
mutlak bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
5.
Aktor guru yang cermat dan tepat.
6.
Terdapat pola aturan yang ditaati guru
dan siswa
7.
Limit waktu untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
8.
Evaluasi, baik evaluasi proses maupun
evaluasi produk.
C.
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada dasarnya
adalah kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman
belajar. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran terlebih dahulu guru perlu
memahami dan menguraikan tujuan dari sistem pendidikan di Indonesia yang meliputi
:
1. Tujuan
Pendidikan Nasional
2. Tujuan
Institusional
3. Tujuan
Kurikuler
4. Tujuan
Instruksional Umum
5. Tujuan
Instruksional Khusus
BAB
6 “FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PROSES & HASIL BELAJAR”
A.
Proses
Belajar
Proses belajar adalah serangkaian
aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar.
B.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
1.
Kondisi
Psikologis
a. Kecerdasan
b. Bakat
c. Minat
d. Motivasi
e. Perhatian
f. Kematangan
g. Kesiapan
h. Sikap
2.
Kondisi
Fisiologis
a. Kondisi
fisik
b. Kondisi
panca indera
3.
Instrumental Input
a. Guru
b. Kurikulum
c. Sarana
dan fasilitas
d. Program
4.
Environmental Input
a. Lingkungan
alam
b. Lingkungan
sosial
BAB 7 “PRINSIP-PRINSIP BELAJAR”
A.
Pendahuluan
Menurut Davies (1991) dan Aunurrahman (2010), ia mengingatkan
beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan
prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran yaitu :
1.
Hal apapun yang dipelajari murid, maka
ia harus mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang melakukan kegiatan
belajar tersebut untuknya.
2.
Setiap murid belajar menurut tempo
(kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi dalam
kecepatan belajar.
3.
Seorang murid belajar lebih banyak
bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement).
B.
Prinsip-Prinsip
Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran
Berikut
ini beberapa prinsip belajar yang dikembangkan dalam proses pembelajaran.
1.
Perhatian
dan Motivasi
2.
Keaktifan
3.
Keterlibatan
langsung/berpengalaman
4.
Pengulangan
5.
Tantangan
6.
Balikan
dan Penguatan
7.
Perbedaan
Individual
Di samping prinsip-prinsip di atas,
ada beberapa prinsip belajar dikaji dari ranah pembelajaran, antara lain :
1. Prinsip
Belajar Kognitif
2. Prinsip
Belajar Afektif
3. Prinsip
Belajar Psikomotorik
BAB 8 “GAYA BELAJAR”
A.
Pendahuluan
Gaya belajar seseorang adalah cara
yang paling mudah sebuah informasi masuk ke dalam otak orang tersebut.
B.
Gaya
Belajar
1.
Gaya
Belajar Visual
2.
Gaya
Belajar Auditori
3.
Gaya
Belajar Kinestetik
Terdapat tujuh gaya belajar yang
efektif, di antaranya adalah sebagai berikut :
1.
Bermain
dengan kata
2.
Bermain
dengan pertanyaan
3.
Bermain
dengan gambar
4.
Bermain
dengan musik
5.
Bermain
dengan bergerak
6.
Bermain
dengan bersosialisasi
7.
Bermain
dengan kesendirian
BAB 9 “MOTIVASI BELAJAR”
A.
Pengertian
Motivasi merupakan tenaga dari
dalam diri individu atau manusia yang mendorongnya untuk bertindak, serta
proses yang berlangsung dalam diri seseorang untuk bertindak.
B.
Teori-Teori
Motivasi
1. Teori
Motivasi Abraham Maslow (1943-1970)
2. Teori
Motivasi Frederick Herzberg (1966)
3. Teori
Motivasi Douglas Mc Gregor
4. Teori
Motivasi Victor Vroom (1964)
5. Achievement
Theory Mc Clelland (1961)
6. Clayton
Alderfer ERG
C.
Jenis-Jenis
Motivasi
Motivasi dapat dibedakan atas
motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu,
sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar individu.
D.
Ciri
Motivasi Dalam Pembelajaran
Ada beberapa ciri siswa yang
mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi. Ini dapat melalui proses belajar
mengajar di kelas, seperti :
a. Tertarik
kepada guru
b. Tertarik
pada mata pelajaran yang diajarkan.
c. Mempunyai
antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru.
d. Ingin
selalu bergabung dalam kelompok kelas
e. Ingin
identitas dirinya diakui oleh orang lain.
E.
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut
:
1.
Ciri-ciri Pembelajaran
2.
Kemampuan Pembelajaran
3.
Kondisi Pembelajaran
4.
Kondisi Lingkungan Pembelajaran
5.
Unsur-Unsur Dinamis Belajar Pembelajaran
F.
Fungsi
Motivasi dalam Belajar
Ada tiga fungsi motivasi sebagai berikut :
1.
Mendorong manusia untuk berbuat
2.
Menentukan arah perbuatannya.
3.
Menyeleksi perbuatan.
G.
Cara-Cara
Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa
1.
Hal-Hal
Yang Dilakukan Oleh Guru
2.
Hal-Hal
Yang Dilakukan Oleh Orang Tua
3.
Hal-Hal
Yang Dikerjakan Oleh Orang Tua Dan Guru Secara Bersama
BAB 10 “MASALAH-MASALAH BELAJAR”
A.
Pendahuluan
Agar aktivitas pembelajaran yang
dilakukan guru dapat lebih terarah, guru perlu memiliki bekal pemahaman tentang
masalah-masalah belajar yang memungkinkan guru untuk dapat mengantisipasi
berbagai kemungkinan munculnya masalah yang dapat menghambat tercapainya tujuan
pembelajaran.
B.
Masalah-Masalah
Internal Belajar
Faktor internal yang dialami dan
dihayati oleh siswa yang berpengaruh pada proses belajar sebagai berikut :
1.
Sikap
terhadap Belajar
2.
Motivasi
Belajar
3.
Konsentrasi
Belajar
4.
Mengolah
Bahan Belajar
5.
Menyimpan
Perolehan Hasil Belajar
6.
Menggali
Hasil Belajar Yang Tersimpan
7.
Kemampuan
Berprestasi Atau Unjuk Hasil Belajar
8.
Rasa
Percaya Diri Siswa
9.
Intelegensi
Dan Keberhasilan Belajar
10. Kebiasaan Belajar
11. Cita-Cita Siswa
C.
Masalah-Masalah
Ekstensi Belajar
Faktor-faktor eksternal belajar
yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dijelaskan sebagai berikut :
1.
Guru
Sebagai Pembina Siswa Belajar
2.
Prasarana
Dan Sarana Pembelajaran
3.
Kebijakan
Penilaian
4.
Lingkungan
Sosial Siswa Di Sekolah
5.
Kurikulum
Sekolah
D.
Cara
Menentukan masalah-masalah belajar
Sebagai pendidik generasi muda
bangsa, guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang
dihadapi siswa, sebagai berikut :
1.
Pengamatan
Perilaku Belajar
2.
Analisis
Hasil Belajar
3.
Tes
Hasil Belajar
BAB 11 “BERBAGAI PENDEKATAN DALAM BELAJAR
MENGAJAR”
Ada beberapa pendekatan yang
diajukan dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar.
1.
Pendekatan
Individual
2.
Pendekatan
Kelompok
3.
Pendekatan
Bervariasi
4.
Pendekatan
Edukatif
5.
Pendekatan
Keagamaan
6.
Pendekatan
Kebermaknaan
Selain
berbagai pendekatan yang disebutkan di atas, ada lagi pendekatan-pendekatan-pendekatan
lain. Berdasarkan kurikulum atau Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
Pendidikan Agama Islam SLTP Tahun 1994 disebutkan terdapat lima macam
pendekatan untuk pendidikan agama islam, yaitu pendekatan pengalaman, pendekatan
pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, dan pendekatan
fungsional.
BAB 12 “METODE PEMEBELAJARAN”
Metode
adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun
dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Berikut
ini macam-macam metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk
mengimplementasikan strategi pembelajaran, yaitu :
1.
Metode
Kerja Kelompok
2.
Metode
Kerja Lapangan
3.
Metode
Sumbang Saran
4.
Metode
Unit Teaching
5.
Metode
Penemuan (Discovery)
6.
Metode
Eksperimen
7.
Metode
Sosiodrama Dan Bermain Peran
8.
Metode
Kasus
9.
Metode
Demonstrasi
10. Metode Inquiry
11. Metode Microteaching
12. Metode Simulasi
13. Metode Problem Solving
14. Metode Karya Wisata
15. Metode Latihan/Drill
16. Metode Tanya Jawab
17. Metode Proyek
18. Metode Penyajian Sistem Regu (Team
Work)
19. Metode Ceramah
20. Metode Diskusi
21. Metode Pameran (penampilan)
22. Metode Permainan
23. Metode Cerita
24. Metode Studi Mandiri
25. Metode Studi Kasus
26. Metode Insiden
27. Metode Tutorial
28. Metode Computer Assisted Learning (CAL)
29. Metode Student Achievement Divisions (STAD)
30. Metode Jigsaw
31. Metode GI (Group Investigation)
32. Metode Quantum
33. Metode Perancangan (projeck method)
34. Metode resitasi (Recitation Method)
BAB 13 “MEDIA PEMBELAJARAN”
A.
Pengertian
Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah sebuah
alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
B.
Jenis-jenis
Media Pembelajaran
Terdapat enam jenis dasar dari
media pembelajaran menurut Heinich and Molenda (2005), yaitu :
1. Teks
2. Media
Audio
3. Media
Visual
4. Media
Proyeksi Gerak
5. Benda-benda
Tiruan/miniatur
6. Manusia
C.
Manfaat
Media Pembelajaran
Secara
umum media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut :
1. Memperjelas
penyajian suatu pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis
2. Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
3. Dengan
menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi
sikap pasif siswa.
4. Dengan
sifat yang unik pada siswa juga dengan lingkungan dan pengalaman yang
berbeda-beda
D.
Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa landasan penggunaan
media pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
1.
Landasan
Filosofis
2.
Landasan
Psikologis
3.
Landasan
Tekonologis
4.
Landasan
Empiris
E.
Fungsi
Media Pembelajaran
1.
Menyaksikan benda yang ada atau
peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
2.
Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi.
3.
Memperoleh gambaran yang jelas tentang
benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung.
4.
Mendengar suara yang sukar ditangkap
dengan telinga secara langsung.
5.
Mengamati dengan teliti
binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung
6.
Mengamati peristiwa-peristiwa yang
jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
7.
Mengamati dengan jelas benda-benda yang
mudah rusak/sukar diawetkan.
8.
Dengan mudah membandingkan sesuatu.
9.
Dapat melihat secara cepat suatu proses
yang berlangsung secara lambat.
10. Dapat
melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung cepat.
11. Mengamati
gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung.
12. Melihat
bagian-bagian yang tersembunyi dari suatu alat.
13. Melihat
ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama..
14. Dapat
belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing.
F.
Media-Media
Yang Biasa Digunakan Dalam Proses Pembelajaran
1.
Media
Visual
2.
Media
Audio
3.
Media
Proyeksi Diam
4.
Media
Proyeksi Gerak dan Audio Visual
5.
Multimedia
6.
Benda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar