Jumat, 10 Juni 2016

Fakhriyati Mawaddah 201414500781 R4E

BAB 1             “Konsep Strategi Belajar Dan Pembelajaran”

            A.    Pengertian
      Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Ada tiga jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni :
1.      Strategi Pengorganisasian Pembelajaran
2.      Strategi Penyampaian Pembelajaran
3.      Strategi Pengelolaan Pembelajaran

            B.     Beberapa Istilah dalam Strategi Pembelajaran
1)      Metode
2)      Pendekatan (Approach)
3)      Teknik
4)      Taktik

            C.    Klasifikasi Strategi Belajar dan Pembelajaran
Menurut Tabrani Rusyan dkk, ada berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruhan digolongkan sebagai berikut :
1.      Konsep dasar strategi belajar mengajar
2.      Sasaran kegiatan belajar
3.      Belajar mengajar sebagai suatu sistem
4.      Hakikat PBM
5.      Entering behavior siswa
6.      Pola-pola belajar siswa
7.      Memilih sistem belajar mengajar
8.      Pengorganisasian kelompok belajar
  
            D.    Implementasi Belajar dan Pembelajaran
Implementasi proses belajar mengajar adalah :
1.      Perencanaan instruksional
2.      Organisasi belajar
3.      Menggerakkan anak didik
4.      Supervisi dan pengawasan
5.      Penelitian yang lebih bersifat penafsiran (assessment)

            E.     Jenis-jenis Strategi Belajar dan Pembelajaran
1)      Strategi Pembelajaran Ekspositori
2)      Strategi  Pembelajaran Inkuiri
3)      Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching And Learning)

            F.     Dasar Pemilihan Strategi Pembelajaran
1.      Tujuan Pembelajaran
2.      Aktivitas dan Pengetahuan Awal Siswa
3.      Integritas Bidang Studi/Pokok Bahasan
4.      Alokasi waktu dan Sarana Penunjang
5.      Jumlah Siswa
6.      Pengalaman dan kewibawaan Pengajar


BAB 2             “HAKIKAT, CIRI & KOMPONEN BELAJAR MENGAJAR”

A.       Hakikat Belajar Mengajar
Hakikat belajar adalah “perubahan” yang terjadi pada diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktifitas belajar.

B.     Ciri-ciri Belajar Mengajar
1.      Belajar mengajar memiliki tujuan
2.      Ada suatu prosedur (jalannya interaksi) yang direncanakan
3.      Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus
4.      Ditandai dengan aktivitas anak didik
5.      Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing
6.      Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan disiplin
7.      Ada batas waktu
8.      Evaluasi

C.    Komponen-komponen Belajar Mengajar
1.      Tujuan
2.      Bahan Pelajaran
3.      Kegiatan Belajar Mengajar
4.      Metode
5.      Alat
6.      Sumber Pelajaran
7.      Evaluasi


BAB 3             “KONSEP BELAJAR”

A.       Pengertian Belajar
Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor.

B.       Ciri-ciri Belajar
1.      Perubahan yang terjadi secara sadar
2.      Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional
3.      Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif
4.      Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
5.      Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
6.      Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

C.       Jenis-Jenis Belajar
Jenis-jenis belajar menurut Slameto (2010) yaitu :
1.      Belajar bagian (part learning, fractioned learning)
2.      Belajar dengan wawasan (learning by insight)
3.      Belajar diskriminatif (discriminatif learning)
4.      Belajar global (global whole learning)
5.      Belajar insidental (incidental learning)
6.      Belajar instrumental (instrumental learning)
7.      Belajar intensional (intensional learning)
8.      Belajar laten (latent learning)
9.      Belajar mental (mental learning)
10.  Belajar produktif (productive learning)
11.  Belajar verbal (verbal learning)

Jenis belajar menurut Syaiful Bahri Djamarah, antara lain:
1.      Belajar arti kata-kata
2.      Belajar kognitif
3.      Belajar menghafal
4.      Belajar teoretis
5.      Belajar konsep atau pengertian
6.      Belajar kaidah
7.      Belajar berpikir
8.      Belajar keterampilan motorik
9.      Belajar estetik

D.       Aktivitas-Aktivitas Belajar
1.      Mendengarkan
2.      Memandang
3.      Meraba, membau, dan mencicipi/mengecap
4.      Menulis atau mencatat
5.      Membaca
6.      Membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi
7.      Mengamati tabel-tabel, diagram-diagram dan bagan-bagan
8.      Menyusun paper atau kertas kerja
9.      Mengingat
10.  Berpikir
11.  Learning by doing (latihan atau praktek


BAB 4             “TEORI-TEORI BELAJAR”
           
A.       Teori Deskriptif dan Preskriptif
Teori pembelajaran dengan teori belajar memiliki perbedaan dilihat dari posisional teorinya, yang berada pada teori deskriptif atau teori preskriptif. Maksudnya adalah bahwa teori pembelajaran preskriptif  dimaksudkan untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memberikan hasil.
              Contoh teori belajar deskriptif :
              Jika membuat rangkuman tentang isi buku teks yang dibaca, maka retensi terhadap isi buku teks itu akan lebih baik.
              Contoh teori belajar preskriptif:
              Agar dapat mengingat isi buku teks yang dibaca secara lebih baik, maka bacalah isi buku teks itu berulang-ulang dan buatlah rangkumannya.

B.       Teori Belajar Behavioristik
Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Ivan Pavlov, Edward Lee Throndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skiner.

C.       Teori Belajar Kognitivistik
Teori belajar kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Lebih dari itu belajar adalah melibatkan hubungan antara stimulus dan respon.
Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah “Tahap-Tahap Perkembangan” oleh Jean Piaget, “Teori Pemrosesan informasi” oleh Robert M. Gagne, “Advance Organizer” oleh Ausubel, “Pemahaman Konsep” oleh Bruner, dan “Psikologi Gestalt” oleh Max Wetheimer, Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka.
D.       Teori Belajar Konstruktivistik
Pendekatan Konstruktivistik dalam belajar dan pembelajaran didasarkan pada perpaduan antara beberapa penelitian dalam psikologi kognitif dan psikologi sosial, sebagaimana teknik-teknik dalam modifikasi perilaku yang didasarkan pada teori operant conditioning dalam psikologi behavioral.
Perkembangan konstruktivisme dalam belajar tidak terlepas dari usaha kerja keras Jean Piaget dan Vygotsky.

E.       Teori Belajar Humanistik
 Menurut teori humanistik, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Tokoh-tokoh aliran teori humanistik adalah Kolb, Honey, Mumford, Habermas, dan Carl Rogers.

F.        Teori Belajar Sibernetik
Teori belajar sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru dibandingkan dengan teori-teori belajar yang sudah dibahas sebelumnya. Dalam bentuknya yang lebih praktis, teori ini misalnya telah dikembangkan oleh Landa (dalam pendekatan yang disebut algoritmik dan heuristik), serta oleh Pask dan Scott (dengan pembagian siswa tipe menyeluruh atau wholist dan tipe serial atau serialist), atau pendekatan-pendekatan lain yang berorientasi pada pengolahan informasi.

G.      Teori Belajar Revolusi-Sosio-Kultural
Pandangan yang dianggap lebih mampu mengakomodasi tuntutan sociocultural-revolution adalah teori belajar yang dikembangkan oleh Vygotsky, yang dibahas berikut ini :
1.      Teori belajar Vygotsky
2.      Aplikasi Teori Revolusi-Sosio-Kultural dalam Pembelajaran
  
H.       Teori Belajar Kecerdasan Ganda
Kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya tertentu.
Penelitian Gardner mengidentifikasi ada 8 macam kecerdasan manusia dalm memahami dunia nyata, kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh lain dengan menambahkan dua kecerdasan lagi, sehingga menjadi 10 macam kecerdasan, seperti dijelaskan sebagai berikut :
1.      Kecerdasan Bahasa (Linguistic Intelligence)
2.      Kecerdasan Logika/Matematik (Logical/Matematical Intelligence)
3.      Kecerdasan Visual/Ruang (Visual/Spatial Intelligence)
4.      Kecerdasan Musikal/Ritmik (Musical/Rhytmic Intelligence)
5.      Kecerdasan Kinestetik/Gerak Tubuh (Body/Kinesthetic Intelligence)
6.      Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
7.      Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
8.      Kecerdasan Naturalis (Naturalistic Intelligence)


BAB 5             “KONSEP PEMBELAJARAN”
           
A.       Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru (pendidik) agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Dalam mengelola pembelajaran, pendidik lebih dituntut untuk berfungsi dalam melaksanakan empat macam tugas, berikut ini :
1.      Merencanakan
2.      Mengatur
3.      Mengarahkan
4.      Mengevaluasi

B.       Ciri-Ciri Pembelajaran
Oemar Hamalik (1999) memaparkan tiga ciri khas yang terkandung dalam sistem pembelajaran, yaitu :
1.      Rencana
2.      Saling ketergantungan
3.      Tujuan
Selanjutnya ciri-ciri pembelajaran, lebih detail sebagai berikut :
1.        Memiliki tujuan
2.        Terdapat mekanisme, prosedur, langkah-langkah, metode dan teknik yang direncanakan dan desain untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.        Fokus materi jelas, terarah dan terencana dengan baik.
4.        Adamya aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
5.        Aktor guru yang cermat dan tepat.
6.        Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa
7.        Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
8.        Evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi produk.

C.       Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajar. Dalam merumuskan tujuan pembelajaran terlebih dahulu guru perlu memahami dan menguraikan tujuan dari sistem pendidikan di Indonesia yang meliputi :
1.      Tujuan Pendidikan Nasional
2.      Tujuan Institusional
3.      Tujuan Kurikuler
4.      Tujuan Instruksional Umum
5.      Tujuan Instruksional Khusus


BAB 6             “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES & HASIL BELAJAR”

A.       Proses Belajar
Proses belajar adalah serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar.

B.       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar
1.        Kondisi Psikologis
a.    Kecerdasan
b.    Bakat
c.    Minat
d.   Motivasi
e.    Perhatian
f.     Kematangan
g.    Kesiapan
h.    Sikap
2.        Kondisi Fisiologis
a.    Kondisi fisik
b.    Kondisi panca indera
3.        Instrumental Input
a.    Guru
b.    Kurikulum
c.    Sarana dan fasilitas
d.   Program
4.        Environmental Input
a.    Lingkungan alam
b.    Lingkungan sosial




BAB 7             “PRINSIP-PRINSIP BELAJAR”

A.       Pendahuluan
Menurut Davies (1991)  dan Aunurrahman (2010), ia mengingatkan beberapa hal yang dapat menjadikan kerangka dasar bagi penerapan prinsip-prinsip belajar dalam proses pembelajaran yaitu :
1.             Hal apapun yang dipelajari murid, maka ia harus mempelajarinya sendiri. Tidak seorangpun yang melakukan kegiatan belajar tersebut untuknya.
2.             Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya) sendiri dan untuk setiap kelompok umur terdapat variasi dalam kecepatan belajar.
3.             Seorang murid belajar lebih banyak bilamana setiap langkah segera diberikan penguatan (reinforcement).

B.       Prinsip-Prinsip Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran
Berikut ini beberapa prinsip belajar yang dikembangkan dalam proses pembelajaran.
1.      Perhatian dan Motivasi
2.      Keaktifan
3.      Keterlibatan langsung/berpengalaman
4.      Pengulangan
5.      Tantangan
6.      Balikan dan Penguatan
7.      Perbedaan Individual
Di samping prinsip-prinsip di atas, ada beberapa prinsip belajar dikaji dari ranah pembelajaran, antara lain :
1.      Prinsip Belajar Kognitif
2.      Prinsip Belajar Afektif
3.      Prinsip Belajar Psikomotorik


BAB 8             “GAYA BELAJAR”

A.       Pendahuluan
Gaya belajar seseorang adalah cara yang paling mudah sebuah informasi masuk ke dalam otak orang tersebut.

B.       Gaya Belajar
1.      Gaya Belajar Visual
2.      Gaya Belajar Auditori
3.      Gaya Belajar Kinestetik

          Terdapat tujuh gaya belajar yang efektif, di antaranya adalah sebagai berikut :
1.      Bermain dengan kata
2.      Bermain dengan pertanyaan
3.      Bermain dengan gambar
4.      Bermain dengan musik
5.      Bermain dengan bergerak
6.      Bermain dengan bersosialisasi
7.      Bermain dengan kesendirian


BAB 9             “MOTIVASI BELAJAR”

A.       Pengertian
Motivasi merupakan tenaga dari dalam diri individu atau manusia yang mendorongnya untuk bertindak, serta proses yang berlangsung dalam diri seseorang untuk bertindak.

B.       Teori-Teori Motivasi
1.      Teori Motivasi Abraham Maslow (1943-1970)
2.      Teori Motivasi Frederick Herzberg (1966)
3.      Teori Motivasi Douglas Mc Gregor
4.      Teori Motivasi Victor Vroom (1964)
5.      Achievement Theory Mc Clelland (1961)
6.      Clayton Alderfer ERG
C.       Jenis-Jenis Motivasi
Motivasi dapat dibedakan atas motivasi intrinsik  dan motivasi ekstrinsik. Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri individu, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar individu.

D.       Ciri Motivasi Dalam Pembelajaran
Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi. Ini dapat melalui proses belajar mengajar di kelas, seperti :
a.       Tertarik kepada guru
b.      Tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan.
c.       Mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya terutama kepada guru.
d.      Ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas
e.       Ingin identitas dirinya diakui oleh orang lain.

E.       Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1.        Ciri-ciri Pembelajaran
2.        Kemampuan Pembelajaran
3.        Kondisi Pembelajaran
4.        Kondisi Lingkungan Pembelajaran
5.        Unsur-Unsur Dinamis Belajar Pembelajaran

F.        Fungsi Motivasi dalam Belajar
Ada tiga fungsi motivasi sebagai berikut :
1.        Mendorong manusia untuk berbuat
2.        Menentukan arah perbuatannya.
3.        Menyeleksi perbuatan.

G.      Cara-Cara Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa
1.      Hal-Hal Yang Dilakukan Oleh Guru
2.      Hal-Hal Yang Dilakukan Oleh Orang Tua
3.      Hal-Hal Yang Dikerjakan Oleh Orang Tua Dan Guru Secara Bersama

 
BAB 10           “MASALAH-MASALAH BELAJAR”

A.       Pendahuluan
Agar aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru dapat lebih terarah, guru perlu memiliki bekal pemahaman tentang masalah-masalah belajar yang memungkinkan guru untuk dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan munculnya masalah yang dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.

B.       Masalah-Masalah Internal Belajar
Faktor internal yang dialami dan dihayati oleh siswa yang berpengaruh pada proses belajar sebagai berikut :
1.      Sikap terhadap Belajar
2.      Motivasi Belajar
3.      Konsentrasi Belajar
4.      Mengolah Bahan Belajar
5.      Menyimpan Perolehan Hasil Belajar
6.      Menggali Hasil Belajar Yang Tersimpan
7.      Kemampuan Berprestasi Atau Unjuk Hasil Belajar
8.      Rasa Percaya Diri Siswa
9.      Intelegensi Dan Keberhasilan Belajar
10.  Kebiasaan Belajar
11.  Cita-Cita Siswa

C.       Masalah-Masalah Ekstensi Belajar
Faktor-faktor eksternal belajar yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dijelaskan sebagai berikut :
1.      Guru Sebagai Pembina Siswa Belajar
2.      Prasarana Dan Sarana Pembelajaran
3.      Kebijakan Penilaian
4.      Lingkungan Sosial Siswa Di Sekolah
5.      Kurikulum Sekolah

D.       Cara Menentukan masalah-masalah belajar
Sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari dan menemukan masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa, sebagai berikut :
1.      Pengamatan Perilaku Belajar
2.      Analisis Hasil Belajar
3.      Tes Hasil Belajar



BAB 11           “BERBAGAI PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR”

Ada beberapa pendekatan yang diajukan dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar.
1.      Pendekatan Individual
2.      Pendekatan Kelompok
3.      Pendekatan Bervariasi
4.      Pendekatan Edukatif
5.      Pendekatan Keagamaan
6.      Pendekatan Kebermaknaan
Selain berbagai pendekatan yang disebutkan di atas, ada lagi pendekatan-pendekatan-pendekatan lain. Berdasarkan kurikulum atau Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP) Pendidikan Agama Islam SLTP Tahun 1994 disebutkan terdapat lima macam pendekatan untuk pendidikan agama islam, yaitu pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, dan pendekatan fungsional.



BAB 12           “METODE PEMEBELAJARAN”

            Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Berikut ini macam-macam metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, yaitu :
1.      Metode Kerja Kelompok
2.      Metode Kerja Lapangan
3.      Metode Sumbang Saran
4.      Metode Unit Teaching
5.      Metode Penemuan (Discovery)
6.      Metode Eksperimen
7.      Metode Sosiodrama Dan Bermain Peran
8.      Metode Kasus
9.      Metode Demonstrasi
10.  Metode Inquiry
11.  Metode Microteaching
12.  Metode Simulasi
13.  Metode Problem Solving
14.  Metode Karya Wisata
15.  Metode Latihan/Drill
16.  Metode Tanya Jawab
17.  Metode Proyek
18.  Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work)
19.  Metode Ceramah
20.  Metode Diskusi
21.  Metode Pameran (penampilan)
22.  Metode Permainan
23.  Metode Cerita
24.  Metode Studi Mandiri
25.  Metode Studi Kasus
26.  Metode Insiden
27.  Metode Tutorial
28.  Metode Computer Assisted Learning (CAL)
29.  Metode Student Achievement Divisions (STAD)
30.  Metode Jigsaw
31.  Metode GI (Group Investigation)
32.  Metode Quantum
33.  Metode Perancangan (projeck method)
34.  Metode resitasi (Recitation Method)



BAB 13           “MEDIA PEMBELAJARAN”

A.       Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.

B.       Jenis-jenis Media Pembelajaran
Terdapat enam jenis dasar dari media pembelajaran menurut Heinich and Molenda (2005), yaitu :
1.    Teks
2.    Media Audio
3.    Media Visual
4.    Media Proyeksi Gerak
5.    Benda-benda Tiruan/miniatur
6.    Manusia

C.       Manfaat Media Pembelajaran
Secara umum media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut :
1.    Memperjelas penyajian suatu pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis
2.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera
3.    Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa.
4.    Dengan sifat yang unik pada siswa juga dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda-beda

D.       Landasan Penggunaan Media Pembelajaran
Ada beberapa landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain sebagai berikut:
1.    Landasan Filosofis
2.    Landasan Psikologis
3.    Landasan Tekonologis
4.    Landasan Empiris

E.       Fungsi Media Pembelajaran
1.        Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
2.        Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi.
3.        Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung.
4.        Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung.
5.        Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung
6.        Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati.
7.        Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan.
8.        Dengan mudah membandingkan sesuatu.
9.        Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat.
10.    Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung cepat.
11.    Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung.
12.    Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari suatu alat.
13.    Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama..
14.    Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing.

F.        Media-Media Yang Biasa Digunakan Dalam Proses Pembelajaran
1.        Media Visual
2.        Media Audio
3.        Media Proyeksi Diam
4.        Media Proyeksi Gerak dan Audio Visual
5.        Multimedia
6.        Benda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar